Kunjungan tersebut menjadi agenda pertama dalam rangkaian kunjungan kerja Wapres di Provinsi Lampung.
Dalam kegiatan itu, Gibran didampingi oleh Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Lotharia Latif.
Wapres meninjau langsung berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan yang telah dibangun di kawasan KNMP, mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), gudang beku portabel, hingga pabrik es portabel.
Usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Raya Al-Bakrie, Gibran sempat menyampaikan bahwa dirinya telah mengunjungi kawasan nelayan di Lampung Timur sejak pagi hari.
Dalam keterangannya melalui siaran pers BPMI Setwapres, Wapres menegaskan bahwa pembangunan kawasan KNMP harus mampu menciptakan lingkungan nelayan yang modern, produktif, dan terintegrasi.
Ia juga meminta agar fasilitas yang tersedia dapat dimaksimalkan sehingga masyarakat pesisir dapat lebih fokus meningkatkan hasil tangkapan dan produksi perikanan.
Sementara itu, Kepala Desa Margasari, Wahyu Jaya, mengatakan keberadaan fasilitas terintegrasi di KNMP diharapkan dapat membantu aktivitas nelayan, termasuk dalam proses penyimpanan hasil tangkapan pascapanen.
Menurutnya, keberadaan gudang beku memungkinkan hasil laut masyarakat dapat langsung disimpan di lokasi sehingga kualitas hasil tangkapan tetap terjaga.
Selain fasilitas perikanan, pihak desa juga menyiapkan sentra kuliner berbasis olahan hasil laut sebagai bagian dari pengembangan kawasan pesisir.
Sentra kuliner tersebut nantinya akan menghadirkan berbagai produk khas olahan ikan yang diharapkan menjadi identitas dan daya tarik kawasan pesisir Lampung Timur.
Wahyu berharap pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih dapat berjalan secara berkelanjutan dan benar-benar memberi dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan (Red)
Social Header