Dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret seorang oknum guru di SD Negeri 1 Sejahtera, Kecamatan Rawa Jitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, menggemparkan masyarakat dan mencoreng dunia pendidikan setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum guru tersebut diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap sejumlah siswa. Jumlah korban disebut-sebut tidak sedikit, bahkan diduga mencapai puluhan orang. Sebagian korban merupakan alumni, sementara lainnya masih aktif bersekolah, mulai dari kelas 5 sampai kelas 6.
Kasus ini dinilai sangat serius dan tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, sosok guru yang seharusnya menjadi pelindung dan teladan bagi anak didik, justru diduga melakukan perbuatan yang merusak masa depan generasi muda.
Seorang wali murid yang enggan disebutkan identitasnya mengaku kecewa dan khawatir atas kejadian yang menimpa anaknya.
“Anak saya salah satu korban. Saya sangat kecewa. Tapi saya mohon identitas saya dirahasiakan, karena ada kekhawatiran anak saya tidak diluluskan jika masalah ini mencuat,” ujarnya dengan nada cemas.
Pernyataan tersebut juga mengindikasikan adanya dugaan intimidasi terhadap korban maupun keluarga agar tidak membuka kasus ini ke publik.
Di sisi lain, sikap pihak sekolah turut menjadi sorotan. Hingga saat ini, belum diketahui adanya laporan resmi dari pihak sekolah kepada Dinas Pendidikan terkait dugaan peristiwa yang disebut telah berlangsung cukup lama tersebut.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, apakah ada unsur pembiaran atau kelalaian dalam penanganan kasus yang menyangkut keselamatan peserta didik.
Masyarakat mendesak Bupati Tulang Bawang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Inspektorat untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh dan transparan.
Apabila dugaan ini terbukti, oknum yang bersangkutan diminta dijatuhi sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemberhentian sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Selain itu, aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, diharapkan segera melakukan penyelidikan dan penindakan hukum guna memberikan keadilan bagi para korban.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan, bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak, bukan justru menjadi ruang terjadinya dugaan tindakan yang mencederai masa depan mereka.
Sapai berita ini di publikasikan di yang bersangkutan tidak dapat di hubungi.
Media ini Membuka Ruangan klarifikasi (RED/TIM)
Social Header