Ketua LSM Sinergi Lampung, Tarmizi MN tanggapi dugaan korupsi Dana Bos SMPN 1 Rawajitu Selatan. Menurut Dia, Korupsi disektor pendidikan memiliki dampak yang merugikan baik terhadap kualitas pendidikan, maupun kesetaraan akses pendidikan. Jum'at (23/01/2026)
Karenanya, dirinya menyesalkan indikasi penyelewengan dalam pengelolaan bantuan pemerintah pusat, disekolahan tersebut." Sangat disayangkan, dan kami sesalkan sekolah yang terindikasi rusak parah, khususnya SMPN 1 Rawajitu Selatan ini. Padahal sekolah terdapat Dana Bos, termasuk di dalamnya juga ada anggaran Pengembangan Perpustakaan. Tetapi mengapa sarana dan prasarananya harus rusak, apalagi sampai rusak parah, bagaimana cara pengelolaannya". Ungkapnya Ketua LSM Sinergi Lampung ketika dimintai tanggapan mengenai prihal dimaksud
Dengan mengacu pada nilai-nilai pancasila sambung Tarmizi, penting untuk mengatasi dugaan korupsi di SMPN 1 Rawajitu Selatan agar setiap individu siswa dapat menikmati pendidikan yang berkualitas dan setara.
Upaya pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas untuk mewujudkan cita-cita pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka dari itulah, Tarmizi berharap Dinas Pendidikan dan Inspektorat Tulang Bawang dapat menyikapi, dengan melakukan pemanggilan terhadap terduga dalam indikasi tersebut." Harapan kami, Dinas Pendidikan dan Inspektorat Tulang Bawang dapat melakukan pemanggilan pihak SMPN 1 Rawajitu Selatan, untuk dimintai keterangan terkait dugaan kebenaran penyalahgunaan atau penyelewengan pengelolaan Dana Bos ini, termasuk untuk perawatan sekolah. Dan jika nantinya terbukti, tidak ada salahnya diberikan sanksi yang tegas". Pintanya
Sebelumnya diberitakan, Diduga kuat oknum Kepala sekolah SMPN 1 Rawa Jitu Selatan, Korupsi Dana Bos untuk Perawatan Sekolah, pasalnya pada saat Wartawan berkunjung ke sekolah tersebut pada tgl 10/1/2026 yang dengan tujuan untuk mempertanyakan tentang pengunaan dana bos khususnya untuk perawatan sekolah, tapi terkesan kepala sekolah enggan untuk bertemu, padahal kepala sekolah ada di tempat, akan tetapi tidak bisa di temui, malahan yang bertemu dengan kami Wartawan, Bendahara Bos yaitu ibu Haryati,
Saat kami mempertanyakan tentang Tembok sekolah yang sudah Kusam dan ada Kusen Sekolah yang sudah keropos serta ada kaca Jendela yang sudah Pecah atau Bolong, lantai yang sudah Bolong tidak Enak untuk di lihat Mata, dan juga ada Tiang Teras sekolah yang sudah Bolong, sangat menakutkan takut kalau tiang nya Roboh, atau Jatuh, saat kami mempertanyakan dengan Bendahara Bos ibu Haryati, tentang kemana saja dana perawatan sekolah, selama beberapa tahun dari mulai kepala sekolah SMPN 1 Rawa Jitu Selatan menjabat tahun 2019 sampai sekang awal 2026,
bendahara bos nya berdalih sudah di tetapkan dana perawatan sekolah, tapi pakta yang di lapangan sangat jauh berbeda dengan ucapan yang di katakan bendahara bos tersebut ibu Haryati.
Dan kami juga mempertanyakan berapa jumlah siswanya, bendahara tidak mau mengatakan sejujur nya, ini Lo yang masuk dana bos cuma 465 siswa aja, dari situ saja kami menduga ada yang di tutupi oleh bendahara bos SMPN 1 Rawa Jitu Selatan ibu Haryati.
Rician Dana Bos yang diterima SMPN 1 Rawa jitu Selatan
Tahun
2023
Dana Pengembangan Perpustakaan
Tahap 1. 445 Siswa
Tahap 2. 445 Siswa Rp 55.892.700
Dana pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Sekolah
Tahap 1.445 Siswa Rp
60.270.800
Tahap 2. 445 Siswa Rp
27.404.000
Total dana dua tahap Rp 87.674.800
Tahun
2024
Dana Pengembangan Perpustakaan
Tahap1 Rp 3.480.700
Tahap 2 Rp 45.770.000
Total dua tahap yaitu Rp: 49.250.700
Dana Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah
Tahap1 Rp 72.228.000
Tahap 2 Rp 19.680.200
Total dua tahap yaitu Rp 91.908.200
Tahun
2025
Dana Pengembangan Perpustakaan
Tahap 1. 465 Siswa. Rp 20.367.000
Tahap 2. 465 siswa Rp 70.730.200. total dua Tahap Rp: 91.097.200
Dana pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah
Tahap 1. 465 siswa Rp 17.021.000
Tahap 2. 465 Siswa Rp 72.783.100
Total dua tahap yaitu Rp: 89.804.100 (Tono)
Social Header